Target Swasembada Tanaman Kedelai Jawa Timur Harus Selesai Tahun 2018

0
52
Kepala Divre Perhutani Jawa Timur, Ir. Sangudi Muhammad

Surabaya, kanaltv.net – Pemerintahan dibawah Jokowi ini sekarang fokus untuk program ketahanan pangan berswasembada kedelai ditargetkan di akhir pemerintahan Jokowi harus berhasil. Untuk swasembada padi dan jagung target program sudah berhasil secara nasional.

Untuk program ketahanan pangan berswasembada tanaman kedelai secara road map Kementrian Pertanian swasembada pangan untuk tanaman kedelai ini ditargetkan oleh Pak Presiden Jokowi hingga sampai dengan tahun 2020, tapi ada instruksi khusus dari Presiden Jokowi sendiri di akhir pemerintahannya di tahun 2018 ini untuk swsembada tanaman kedelai harus berhasil.

Mulyono, Kasubdit Kedelai pada Dirjen Aneka Kacang dan Umbi yang didampingi Rahmat PICJ jawa Timur mengatakan kepada awak media 27/10/2017 di gedung Serba Guna Surabaya, bahwa di tahun 2017 sebelum adanya APBDNT sudah ada program seluas 210 ribu hektar yang tersebar di 22 provinsi. Itulah cikal bakal yang dijadikan perbenihan kegiatan APBDNT . Untuk APBDNT kementrian pertanian mendapatkan alokasi lahan seluas 500 ribu hektar. Dan kebetulan utnuk jawa timur mendapat amanah lahan seluas 75 ribu hektar.

Sedangkan Kepala Divisi Regional Perum Perhutani Jawa Timur, Ir. Sangudi Muhamad menyampaikan bahwa Tipologi dilahan Perum Perhutani sangat tepat dan cepat penanangannya terutama didalam pengorganisasi sudah terstruktur di dalam kelompok tani dibawah control Lembaga Masyakat Desa Hutan (LMDH).

“Untuk itu perlu disatukan filososi kebersamaan antara Dinas Provinsi, Kabupaten  dan Perhutani, sehingga untuk menangani persoalan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) sudah klir. Dengan begitu proses pemberian bantuan akan cegera lancar,” katanya.

Dari hasil Rapat Dinas tripartit antara Perhutani, Dinas Provinsi dan sebagian dari Kabupaten untuk kebutuhan bantuan benih dan lain lainnya seminggu yang lalu digedung Kantor Perum Perhutani Jawa Timur, jalan Gentengkali, Surabaya,  Kepala Departemen Perlindungan dan Kelola Sosial, Ir. Susilo Budi Wacono merincikan bahwa bantuan benih untuk program tanaman kedelai tahun 2017 per hektanya : 50 kg, perkilonya dengan satuan harga Rp. 10.320,- dengan total pembiyaan mencapai Rp. 516. 000,-. Kemudian untuk jatah pupuk ureanya per hektarnya disubsidi 75 kg, dengan estimasi perkilonya Rp. 1.800,- dengan total perincian biaya perhektar untuk  satu hektanya mencapai Rp. 135.000,-. Sedangkan untuk obat untuk penambah kesuburan tanah bagi kedelai pemerintah juga memberikan Rhizobium sebanyak 150 gram dengan rincian per gramnya senilai Rp. 226,- . total bantuan rhizobium ini senilai Rp. 33.900,-.

Lalu untuk bantuan lainya yang berupa Pestisida atau Herbisida pemerintah menganggarkan ke petani penanam kedelai sebanyak 2 liter dan per liter dinilai seharga Rp. 125.000,- jika ditotal mencapai Rp. 250.000.

Sedangkan untuk bantuan organic pemerintah memberikan per hektarnya sebesar 400 gram, senilai Rp. 815 dengan rincian total mencapai Rp. 326.000,-. “Jadi total bantuan pemerintah untuk petani kedelai mencapai Rp. 1.260.900, per hektarnya,” ungkapnya.

Secara perincian untuk bantuan bantuan ke petani hutan tahun 2017 di 17 wilayah Perhutani atau Kesatuan Pemangkuan Hutan  (KPH) kataSusilo Budi Wacono kelahiran Bumi Wali, Tuban mengatakan secara Reguler seluas 23.024 Ha dan untuk  untuk program APBN-P luasnya mencapai 20.000 Ha. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here