Penemuan Mayat di Gunung Kelud Temukan Titik Terang

0
40
Olah TKP Unit Reskrim Polsek Kota bersama Tim Identifikasi Polresta Kediri.

Kediri, Kanaltv.net – Akhirnya kasus penemuan mayat di area hutan Perum KRPH  di patok batas perhutani Pandantoyo perhutani wilayah Ngancar Kabupaten Kediri pada Selasa, sore (05/09/17) menemui titik temu. Polisi Polres Kabupaten Kediri dan Polresta Kediri melakukan koordinasi, hasilnya 9 dari 11  anak punk berhasil diamankan Polsek Kediri Kota Polresta Kediri.

Selain itu polisi juga  berhasil mengungkap identitas mayat pria yang ditemukan di hutan Gunung Kelud ini. Korban bernama Imam Subekti (25) warga Desa Jegles, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.

Imam diketahui sebagai anak jalanan. Dia tewas akibat dibunuh oleh teman sesama anak jalanan di ruko kosong Pasar Grosir Ngronggo Kota Kediri.

Pelaku pembunuhan sendiri  berjumlah  sembilan orang  dan sudah diamankan polisi. Saat ini mereka sedang menjalani serangkaian pemeriksaan di Polsek Kota, Polresta Kediri.

Dua diantara sembilan pelaku, pada Rabu (06/09) siang dibawa ke TKP pembunuhan yaitu di bangunan ruko Pasar Grosir, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri yang mangkrak. Mereka dilakukan serangkaian rekontruksi dengan pengawasan petugas petugas untuk menunjukkan barang bukti yang tertinggal di lokasi.

Rekonstruksi ulang ini melibatkan Unit Reskrim Polsek Kota dan Tim Identifikasi Polresta Kediri. Polisi akhirnya menemukan sebuah onderdil sepeda angin berupa gir, botol bekas air mineral dan batu. Tetapi belum ada penjelasan resmi mengenai kasus ini.

“Mohon waktu kami masih melakukan serangkaian penyelidikan,” ujar Kapolsek Kediri Kota Kompol Sucipto di TKP.

Reka ulang yang berlangsung kurang lebih 1 jam ini menarik perhatian banyak warga di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Lestari (34) pemilik warung kopi di sekitar lokasi, pembunuhan terjadi pada Jumat (25/8)  lalu. Saat itu, pukul 02.30 WIB ada seorang pemuda datang ke warungnya bertanya rumah sakit yang masih buka.

“Ada seorang pemuda mengaku bernama Moza bertanya rumah sakit yang masih buka. Dia bilang baru saja mengeroyok seseorang dan korbannya luka parah. Saya ditunjukkan foto foto korban. Lalu saya sempat menengok korban di belakang sana. Ternyata kondisinya sudah luka parah di bagian wajahnya,” jelas Lestari.

Lestari melihat korban berada di semak semak di belakang bangunan ruko kosong setengah jadi. Kondisinya luka parah, tetapi masih hidup. Disekeliling korban ada sejumlah anak jalanan. Jumlahnya kurang lebih 20 orang. Satu diantaranya gadis perempuan.

Lestari menyarankan korban dibawa ke rumah sakit. Setelah mendapat saran, pelaku kemudian mengangkat korban. Setelah itu mereka pergi. Lestari pun tidak mengira, apabila korban akhirnya tewas dan jenasahnya dibuang di hutan Gunung Kelud.

“Setelah kejadian itu, mereka sudah tidak pernah datang lagi kesini. Padahal sebelumnya, anak anak ini tinggal di bangunan kosong tersebut. Sampai akhirnya saya didatangi pak polisi kemarin diberitahu mengenai kasus tersebut. Ternyata korban meninggal dunia dan pelakunya ditangkap polisi,” pungkas Lestari. (red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here