PNS Cantik Diduga dibunuh usai Sholat Idul Adha

0
70
Korban (Indria Kameswari) ditemukan tak bernyawa di kasur yang berada di ruangan tengah rumah kontrakannya.

Bogor, Kanaltv.net – Hari Raya Idul Adha yang seharusnya jadi kegembiraan justru malah menjadi petaka bagi keluarga Indria Kameswari. PNS cantik yang bertugas di Balai Diklat Badan Narkotika Nasional (BNN), Bogor, Jawa Barat itu ditemukan tak bernyawa di rumahnya, Jumat, (1/9/2017) pagi.

Korban diduga dibunuh oleh suaminya sendiri. Korban tak bernyawa di kasur yang berada di ruangan tengah rumah kontrakannya di perumahan River Valley Blok B2 Nomor 31, RT 01/08 Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Bogor.

Tubuhnya terbujur kaku sekitar pukul 07:30 WIB. Dari keterangan saksi-saksi, kejadian itu berawal saat Mutia (4), anak korban, mendatangi tetangganya, Hengky (45). Saat itu putri korban memberi tahu bahwa ibunya jatuh dari kamar mandi. Hengky pun bersama warga lainnya serta pihak keamanan mendatangi rumah korban.

“Anaknya memberitahukan saya, ibunya jatuh di kamar mandi. Lalu saya mengajak warga lain ke rumah korban dan mendapati ko­rban tergeletak dengan po­sisi telentang di lantai kamar mandi,” Ujar Hengki.

Namun, warga sempat mendengar bunyi tembakan sebelum menemukan jasad PNS cantik itu tergeletak. Melihat kematian yang tidak wajar itu, ditambah banyaknya darah di kamar man­di, warga akhirnya melapor­kan peristiwa itu pada koor­dinator petugas keamanan, Maulana. “Ada warga yang dengar bunyi ledakan dari rumah ini. Nah, pas kita li­hat, dia (korban, red) sudah tewas,” tutur Hengky.

Melihat ada yang janggal, pihak keamanan akhirnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Cijeruk. Polisi pun menemukan lubang sebesar ibu jari di punggung sebelah kanan korban. “Diduga kor­ban ditembak oleh suaminya sendiri, karena suaminya tiba-tiba hilang setelah ke­jadian,” ucapnya.

Kapolsek Cijeruk Kompol Safiuddin Ibrahim mengatakan, berdasarkan keterangan dari para saksi, korban dan suaminya sempat bertengkar hebat di dalam rumah.

Saat pasangan suami istri bertengkar itu, anak korban keluar rumah sambil berteriak minta tolong kepada para tetangga.

“Anak korban lari ke tetangga dan bilang papa mama berantem,” terang Safiuddin.

Warga pun mendatangi rumah korban. Namun warga sudah tidak mendapati suami korban. Hanya korban yang berada di ruang tengah rumah dalam keadaan tergelatak di atas kasus, sekitar pukul 07.30 WIB.

Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi. Dalam waktu singkat, aparat tiba di lokasi kejadian dan langsung mengevakuasi korban. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti-bukti.

Kanit Reskrim Polsek Cijeruk, AKP Ma’rup berserta anggotannya sudah mengambil sidik jari korban. Jenazah korban rencannya akan dibawa ke RSUD Ciawi. Selanjutnya, kepolisian akan menghubungi pihak keluarga korban. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here